(Minghui.org) Seorang wanita di Kota Handan, Provinsi Hebei, akan diadili pada 1 September 2026, karena keyakinannya pada Falun Gong, sebuah latihan spiritual yang telah dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999.

Du Likun, 41 tahun, awalnya ditangkap pada 19 Februari 2025, dan kemudian dibebaskan dengan jaminan. Setelah polisi menahannya kembali pada 19 Agustus 2026, pengadilan mempercepat kasusnya, dengan alasan bahwa ia berisiko melarikan diri. Keluarganya segera menyewa pengacara, tetapi pusat penahanan melarang pengacara tersebut untuk bertemu dengannya. Mereka menyatakan bahwa pengadilan telah mengatur perwakilan hukum untuk Du dan pengacara tersebut membutuhkan persetujuan pengadilan untuk mengunjunginya.

Rincian Penangkapan dan Dakwaan

Du, suaminya, Ma Yongxiao, dan ibunya, Yang Fenglian, ditangkap di kediaman mereka sekitar pukul 11 malam pada tanggal 19 Februari 2025. Ketiganya segera dimasukkan ke pusat penahanan setempat.

Ayah Du, Du Jiaxiang, menyewa pengacara untuk menyelamatkan orang-orang yang dicintainya. Polisi memaksanya untuk memecat lima pengacara sebelum akhirnya menangkapnya juga.

Setelah lebih dari satu bulan ditahan, Yang dan Ma dibebaskan dengan pengawasan rumah, dan Du Jiaxiang dibebaskan dengan jaminan, ketika Kejaksaan Distrik Feixiang memutuskan untuk tidak menyetujui penangkapan mereka.

Namun, Du ditipu oleh polisi sehingga memberikan bukti yang memberatkan dirinya sendiri, yang kemudian digunakan oleh jaksa Li Hejun dari Kejaksaan Distrik Feixiang untuk mendakwanya pada waktu yang tidak diketahui. Ketika kasusnya didaftarkan di Pengadilan Distrik Feixiang, hakim Liu Yanfeng menandatangani dokumen pembebasan dengan jaminan, tetapi memerintahkannya untuk melapor ke polisi setiap minggu.

Setelah kembali ke rumah, Du bekerja sama dengan ayahnya untuk mengajukan pengaduan terhadap polisi, jaksa, dan hakim karena telah menganiayanya secara tidak adil. Mereka juga mengajukan permohonan ke pengadilan tingkat menengah setempat agar hakim Liu dicopot dari kasusnya, tetapi tidak berhasil.

Du ditangkap pada tanggal 19 Agustus 2026 oleh petugas dari Departemen Kepolisian Distrik Hanshan dan Kantor Polisi Luochengtou. Mereka mengklaim bahwa mereka mengikuti perintah dari Pengadilan Distrik Feixiang.

Pengacara Du pergi ke pusat penahanan pada tanggal 20 dan 23 Agustus untuk menemuinya, tetapi para penjaga menolak kedua permintaan kunjungan tersebut dan mengarahkan pengacara untuk mengajukan izin ke pengadilan.

Pada waktu yang hampir bersamaan, ayah Du mencoba mengajukan banding kepada Wen Junhua, kepala Departemen Kepolisian Distrik Hanshan. Ia dihentikan oleh direktur kepolisian Li Jianqiao, yang menyatakan bahwa mereka tidak akan menerima siapa pun untuk kasus-kasus yang berkaitan dengan Falun Gong.

Li berkata kepada ayah Du, “Kami hanya akan menangani masalah Anda setelah putri Anda dijatuhi hukuman penjara. Silakan gugat kami di mana pun Anda mau.”

Sebelum penangkapan terbaru mereka, keluarga tersebut telah berulang kali menjadi sasaran selama 27 tahun terakhir karena menjunjung tinggi keyakinan mereka. Lihat laporan terkait untuk detail penganiayaan yang mereka alami di masa lalu.

Laporan Terkait:

Pegawai Pemerintahan Berusia 43 Tahun Masih Menderita Komplikasi Satu Tahun setelah Polisi Memukulnya Dua Kali Hingga Pingsan

Pria Hebei Dipukuli Polisi Dua Kali Hingga Pingsan, Menghadapi Tuntutan Hukum Bersama Istri dan Ibu Mertua

Keluarga Beranggotakan Tiga Orang Ditahan karena Keyakinan Mereka—Pengacara Ditolak Kunjungannya

The United Nations Is Concerned about China's Persecution of Yang Fenglian and Her Daughter Du Likun

Ibu dan Anak, Disiksa hingga Nyaris Tewas karena Kepercayaan Mereka, Menuntut Mantan Diktator Tiongkok

The Ongoing Persecution of Yang Fenglian and Du Likun, Mother and Daughter From Handan City, Hebei Province

The Persecution of Ms. Yang Fenglian, an Associate Professor at Hebei Technical College of Architecture

Associate Professor Yang Fenglian at the Hebei College of Architecture and Scientific Technology is Kidnapped Again

Facts About the Persecution of Teacher Yang Fenglian and Her Daughter at Handan Mining Engineering College