(Minghui.org) Empat warga Kota Laizhou, Provinsi Shandong, ditangkap dalam selang waktu beberapa hari pada Desember 2025, karena mereka berlatih Falun Gong, sebuah disiplin kultivasi spiritual yang telah dianiaya oleh Partai Komunis Tiongkok sejak Juli 1999. Mereka semua saat ini ditahan di Kota Yantai, yang mengawasi Kota Laizhou.

Satu Orang Ditangkap pada 4 Desember

Teng Qinhua, yang menjalani hukuman tiga tahun di luar penjara karena berlatih Falun Gong, melapor ke Departemen Kepolisian Kota Laizhou pada 4 Desember sesuai jadwal. Dia memberikan flash drive kepada polisi yang berisi informasi tentang Falun Gong dan digeledah. Mereka menangkapnya di tempat dan kemudian membawanya ke lokasi yang tidak diketahui di Kota Yantai.

Teng, berusia 70-an, sebelumnya ditangkap pada 8 Mei 2023 dan dibebaskan dengan jaminan beberapa jam kemudian. Ia dijatuhi hukuman tiga tahun pada 20 Mei 2024 dan diizinkan menjalani hukuman di rumah. Mulai Oktober 2024, ia diperintahkan untuk mengambil foto dirinya di rumah setiap hari dan mengirimkannya melalui pesan teks ke Kantor Polisi Chenggang. Ia juga diperintahkan untuk melapor ke polisi setiap minggu untuk menandatangani beberapa dokumen. Tidak jelas apakah ia harus melanjutkan hukuman penjara setelah penangkapan terakhirnya pada Desember 2025 atau memulai kembali hukuman tiga tahunnya dari hari penangkapan terakhir.

Dua Orang Ditangkap pada 9 Desember

Pan Xiufang dan putrinya, Cheng Yonghui, ditangkap pada 9 Desember, saat berbicara dengan orang-orang tentang Falun Gong. Petugas dari Kantor Polisi Kota Pinglidian memindahkan mereka ke fasilitas di Kota Yantai.

Satu Orang Ditangkap pada 10 Desember

Wang Ping, 69 tahun, berbicara dengan seorang pria tentang Falun Gong pada 10 Desember dan pria itu memegang dirinya dengan kasar. Lalu melaporkannya ke polisi, yang segera datang untuk menangkapnya. Rumahnya juga digeledah dan saat ini ia ditahan di lokasi yang tidak diketahui di Kota Yantai.

Wang pensiun dari Toko Buku Xinhua Kota Laizhou. Ia menderita gastritis superfisial, tukak duodenum, kolesistitis kronis, dan neurasthenia yang sulit diobati ketika masih muda. Pada tahun 1994, ia didiagnosis lebih lanjut menderita spondilitis ankilosa (suatu bentuk artritis tulang belakang) dan hidupnya menjadi semakin sulit.

Setelah ia berlatih Falun Gong pada tahun 1996, Wang pulih dari semua gejalanya hanya dalam beberapa bulan. Kehidupan keluarganya juga kembali harmonis.

Wang tetap teguh pada keyakinannya setelah penganiayaan terhadap Falun Gong dimulai pada tahun 1999. Ia ditangkap berkali-kali selama bertahun-tahun. Pada 8 Mei 2006, ia dihentikan saat mengemudi untuk mengunjungi anggota keluarga yang dipenjara karena berlatih Falun Gong. Petugas Liu Jingbing, Xu Qinghua, dan Shi Bingtao membawanya ke pusat pencucian otak. Lima penjaga bergantian memukulinya. Ketika dokter di tempat tersebut memeriksa lukanya, ia terkejut dan berkata, “Mereka memukul anda terlalu keras!”

Wang kemudian dijatuhi hukuman satu setengah tahun di Kamp Kerja Paksa Wanita Kedua Provinsi Shandong.

Laporan Terkait:

Tiga Warga Shandong Kalah dalam Banding Atas Putusan yang Tidak Adil karena Keyakinan Mereka

Kota Laizhou, Provinsi Shandong: Tujuh Orang Dihukum Hingga 8 Tahun Karena Berlatih Falun Gong