(Minghui.org) Seorang pria berusia 84 tahun dari Kabupaten Cao, Provinsi Shandong, dijebloskan ke Penjara Provinsi Shandong pada Agustus 2026 untuk menjalani hukuman 14 bulan penjara karena keyakinannya pada Falun Gong. Pihak keluarga tidak diizinkan untuk menjenguknya.

Yu Zhiliang ditangkap pada 3 Februari 2026, setelah petugas dari Departemen Kepolisian Kabupaten Cao dan Kantor Polisi Kecamatan Niji menerobos masuk ke rumahnya pada pukul 6 pagi. Polisi menggeledah rumah tersebut dan menyita uang sebesar 16.000 yuan—hadiah yang diberikan oleh putrinya untuk perayaan Tahun Baru Imlek.

Istri Yu, Yu Peiling, juga sempat ditangkap namun dibebaskan beberapa jam kemudian. Yu kemudian ditempatkan di Pusat Penahanan Kabupaten Cao. Rumah anak-anaknya pun turut digeledah setelah kejadian tersebut.

Tidak diketahui secara pasti pengadilan mana yang menjatuhkan hukuman terhadap Yu.

Penganiayaan Sebelumnya 

Yu mulai berlatih Falun Gong pada 1996. Ia tetap teguh pada keyakinannya setelah penganiayaan terhadap Falun Gong dimulai pada Juli 1999. Sebelum hukuman penjara terakhir, dia pernah menjalani masa kerja paksa selama tiga tahun dan hukuman penjara selama empat tahun.

Dia ditangkap pada Juni 2001 dan satu bulan kemudian dijatuhi hukuman kerja paksa selama tiga tahun. Saat ditahan di Kamp Kerja Paksa Wangcun, dia dipaksa duduk di atas bangku kayu kecil dari pukul 4 pagi hingga tengah malam. Para penjaga memerintahkannya untuk duduk tegak dengan tangan di atas pangkuan. Mereka menyelipkan selembar kertas di antara kedua lututnya dan menyiksanya setiap kali kertas itu terjatuh. Hanya setelah satu minggu menjalani penyiksaan dengan cara duduk tersebut, bokongnya berdarah hingga dagingnya melekat pada celananya, dan kakinya membengkak sehingga sepatunya tidak lagi muat. Dia tidak mampu berjalan dan harus merangkak untuk berpindah tempat.

Selama penyiksaan dengan cara duduk tersebut, para penjaga juga memaksanya menonton video yang memfitnah Falun Gong beserta pendirinya. Kemudian, dia juga mengalami berbagai bentuk hukuman lain, termasuk sengatan listrik, tidak diperbolehkan tidur, tamparan di wajah, digantung dengan pergelangan tangan diborgol, serta kerja paksa.

Pada paruh pertama tahun 2010, setelah mengetahui bahwa Departemen Kepolisian Kabupaten Cao telah menangkap beberapa praktisi Falun Gong setempat, Yu menulis surat kepada departemen tersebut. Dia mendesak polisi untuk membebaskan para praktisi itu, namun dia sendiri justru ditangkap pada 13 Juli 2010.

Istrinya juga ditangkap dan dibawa bersamanya ke Kantor Polisi Zhuangzhai. Pasangan suami istri itu dibelenggu di kursi besi dan diinterogasi dengan disertai penyiksaan. Setelah itu, polisi kembali mendatangi rumah mereka sebanyak tiga kali lagi dan menyita lebih banyak barang berharga.

Yu dipaksa melakukan kerja paksa selama ditahan di Pusat Penahanan Kabupaten Cao. Pengadilan Kabupaten Cao awalnya menjatuhkan hukuman percobaan kepadanya, namun kemudian mendapat tekanan dari Kantor 610 untuk mengubah hukuman tersebut menjadi hukuman penjara selama empat tahun.

Pada Januari 2011, Yu dimasukkan ke Penjara Tai’an dan mengalami berbagai bentuk penyiksaan, termasuk dipaksa duduk di atas bangku kecil serta tidak diperbolehkan tidur dalam jangka waktu yang lama.

Laporan Terkait:

Twelve Falun Gong Practitioners from Cao County, Shandong Province Illegally Arrested, Abused and Sent to Forced Labor Camps