(Minghui.org) Wanita berusia 51 tahun dari Harbin, Provinsi Heilongjiang, sedang menunggu putusan setelah diadili di Kota Yangzhou, Provinsi Jiangsu, karena meningkatkan kesadaran tentang penganiayaan rezim komunis yang sedang berlangsung terhadap keyakinannya, Falun Gong.

Lin Jinli, yang lahir pada 1975, membawa putrinya berlibur pada Agustus 2025 ke Kota Yangzhou, ia membawa telepon seluler. Ketika ia menggunakan telponnya untuk mengirim pesan teks tentang Falun Gong, polisi Yangzhou melacak dan menangkapnya pada 10 Agustus. Mereka juga pergi ke Harbin untuk menggeledah rumahnya. Putrinya dibebaskan empat hari kemudian, tetapi Lin tetap ditahan di Yangzhou.

Pengadilan Distrik Guangling di Yangzhou menyidang kasus Lin pada 27 Januari 2026. Suaminya melakukan perjalanan lebih dari 1.200 mil ke Yangzhou untuk mewakilinya sebagai pembela bukan-pengacara, tetapi tidak diizinkan. Ia tidak diizinkan berbicara saat sesi yang berlangsung selama 40 menit tersebut. Hakim dan panitera hanya membacakan beberapa dokumen tetapi tidak memanggil saksi ke mimbar atau meminta jaksa untuk menyampaikan bukti apa pun. Tidak jelas apakah pengacara Lin diizinkan untuk membelanya atau tidak.

Pengacara Lin dan suaminya diberitahu sekitar tanggal 20 Mei 2026 bahwa sidang kedua dijadwalkan pada 22 Mei, jadi mereka kembali pergi ke Yangzhou. Mereka baru mengetahui ketika sampai di sana bahwa sidang telah dibatalkan. Suaminya harus menanggung biaya perjalanan pengacaranya.

Sidang kedua akhirnya berlangsung pada 2 Juni 2026. Setiap kali pengacara Lin mencoba menyampaikan pembelaan, hakim menghentikannya. Ketika ia mendesak hakim untuk menjelaskan hukum mana yang diduga dilanggar kliennya dan bagaimana ia diduga merusak penegakan hukum, hakim tiba-tiba berkata, “Kita tidak akan membahas hukum apa yang dilanggar hari ini! Kita hanya akan fokus pada hukuman penjara yang seharusnya!”

Setelah sidang selama 40 menit, suami Lin kembali ke Harbin untuk membantu merawat mertuanya yang hampir berusia 80 tahun (istrinya adalah satu-satunya pengasuhnya), bekerja penuh waktu, dan bolak-balik antara Harbin dan Yangzhou.

Sebelum penganiayaan terbarunya, Lin berulang kali menjadi sasaran karena keyakinannya pada Falun Gong. Pada 2019, ia sedang mengantar putrinya yang saat itu berusia 15 tahun ke sekolah ketika polisi menangkapnya dan menjatuhkan hukuman empat tahun penjara. Saat ia berada di penjara, suaminya bekerja penuh waktu dan merawat putri mereka sendirian. Remaja itu merindukan ibunya dan sering menangisi ibunya.

Laporan Terkait:

Reported in 2025: 4,803 Falun Gong Practitioners Arrested or Harassed for Their Faith

Ibu dari Gadis Remaja Dihukum Empat Tahun karena Berlatih Falun Gong