(Minghui.org) Seorang wanita berusia 74 tahun menghadapi tuntutan karena keyakinannya terhadap Falun Gong, disiplin spiritual yang telah dianiaya oleh rezim Partai Komunis Tiongkok sejak 1999.

Hao Yaqin dari Kota Songyuan, Provinsi Jilin, ditangkap di rumahnya pada 11 April 2026, oleh delapan petugas dari Departemen Kepolisian Distrik Ningjiang. Mereka menggeledah rumahnya tanpa surat perintah penggeledahan dan menyita komputer, printer, kartu identitasnya.

Ketika polisi membawa Hao ke pusat penahanan setempat, dia ditolak masuk, karena tekanan darah sistoliknya mencapai 260 mmHg, jauh lebih tinggi dari tingkat normal yaitu 120 mmHg. Polisi membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan lain dan memaksanya minum beberapa obat darah tinggi. Tekanan darahnya tetap sangat tinggi, dan polisi membebaskannya dengan jaminan sekitar tengah malam.

Polisi kemudian menyerahkan kasus Hao ke Kejaksaan Distrik Jiangbei. Karena tekanan mental yang dialaminya, tekanan darahnya tetap tinggi meskipun sudah minum obat-obatan.

Penganiayaan Sebelumnya

Hao, lahir pada Juli 1951, berlatih Falun Gong pada 1997. Tak lama kemudian, banyak penyakit kronisnya, termasuk sakit kepala, kekurangan suplai darah ke otak, masalah leher, gangguan tulang belakang lumbar, penyakit jantung, asam lambung berlebihan, dan rematik parah, semua menghilang.

Pada 23 Juni 2008, Hao dilecehkan di rumahnya oleh dua petugas polisi. Saat itu, saudara perempuannya dan seorang teman lainnya sedang berkunjung. Polisi menuduh Hao tidak mendaftarkan tamu-tamunya kepada mereka. Petugas menggeledah rumahnya dan menyita buku-buku Falun Gong miliknya, materi informasi, foto pendiri Falun Gong, dan komputernya.

Hao dan kedua tamunya dibawa ke Kantor Polisi Fanrong. Seorang petugas bernama Du mendorong saudara perempuannya, Hao Yafen, dan memukulnya di bagian kepala dengan kamera.

Ketika Hao Yafen menolak untuk menandatangani dokumen, kepala polisi Zhang Geng memukul kepalanya. Direktur polisi lainnya, Wang, juga memukul kepalanya dengan buku catatan tebal saat dia berusaha memberitahunya tentang Falun Gong. Kemudian dia mengalami serangan jantung. Meskipun kondisinya demikian, polisi membawanya ke Pusat Penahanan Shanyou.

Kepala polisi Zhang kembali ke rumah Hao Yaqin untuk melakukan penggeledahan lagi. Mereka menggeledah seluruh tempat itu dan membuang barang-barang pribadinya ke lantai.

Hao Yaqin dijatuhi hukuman 1,5 tahun kamp kerja paksa pada 30 Juli 2008, dan Hao Yafen dijatuhi hukuman satu tahun. Keduanya menjalani hukuman di Kamp Kerja Paksa Heizuizi, dimana mereka dipaksa bekerja 12-14 jam sehari, tanpa bayaran. Hao Yaqin kehilangan berat badannya lebih dari 10 kg (22 lbs) selama waktu itu.

Setelah Hao Yaqin dibebaskan, polisi terus melecehkannya dan mengikutinya saat dia keluar rumah. Dia hidup dalam ketakutan yang terus-menerus.

Putra Hao Yaqin, Dong Mingqian, juga berlatih Falun Gong. Dia dijatuhi hukuman kerja paksa pada tahun-tahun awal penganiayaan. Dia meninggal dalam kecelakaan kerja pada Juli 2007.