(Minghui.org) Empat warga Kabupaten Qingyuan, Provinsi Liaoning yang sebelumnya dibebaskan dengan jaminan, ditangkap kembali tepat setelah sidang pengadilan keempat mereka berakhir pada pukul 16.50 tanggal 19 Maret 2026.

Lai Chunlian (wanita), 73 tahun; Wang Guozhong (pria, penyandang disabilitas), berusia awal 40-an; Huang Yuping (wanita), 64 tahun; dan Liu Haitao (pria), berusia 50-an, ditangkap pada tanggal 12 Juli 2024. Enam warga setempat lainnya juga ditangkap pada hari yang sama, termasuk Wang Nanfang (pria), 70 tahun; Zhou Shuyou (pria), 62 tahun; Wang Zexing (pria), 58 tahun; Hu Fengju (wanita), berusia 60-an; Hu Mingli (wanita), berusia 60-an; dan Li Shuqin (wanita, yang mengalami gangguan penglihatan dan membutuhkan bantuan berjalan), berusia 60-an.

Kesepuluh orang tersebut menjadi sasaran karena keyakinan mereka pada Falun Gong, sebuah latihan jiwa-raga yang telah dianiaya oleh Partai Komunis Tiongkok sejak bulan Juli 1999.

Lai, Wang Guozhong, Huang, Liu, dan Li segera dibebaskan dengan jaminan (waktu pastinya tidak diketahui), sedangkan lima praktisi lainnya tetap ditahan.

Jaksa Wang Jun dari Kejaksaan Distrik Wanghua mendakwa sepuluh praktisi tersebut pada tanggal 20 Desember 2024. Hakim Gang Jia dari Pengadilan Distrik Wanghua di Kota Fushun, yang mengawasi Kabupaten Qingyuan, mengadakan empat sidang kasus gabungan tersebut, masing-masing pada tanggal 11 November 2025, 27 Januari, 18 Maret, dan 19 Maret 2026. Lihat laporan terkait untuk detail tentang penangkapan dan sidang pengadilan kesepuluh praktisi tersebut.

Lai, Wang Guozhong, Huang, dan Liu ditahan kembali tepat setelah sidang keempat berakhir. Tidak jelas di mana mereka ditahan. Kondisi Li juga tidak jelas.

Falun Gong Memulihkan Kesehatan Mereka

Dahulu, Lai hanya bisa terbaring di tempat tidur, tetapi ia mampu berjalan kembali setelah mempelajari Falun Gong.

Wang Guozhong mengalami cedera kaki parah ketika berusia sekitar 24 tahun. Sebagian tulang seukuran kuku jempol hilang, dan kakinya terus mengeluarkan nanah. Dokternya menyarankan amputasi, tetapi ia menolak. Setelah merawatnya di rumah sakit selama dua tahun, istrinya kehilangan harapan dan menceraikannya. Ia juga meninggalkan putri mereka yang berusia tiga tahun dan memberikan hak asuh penuh kepadanya. Ia sangat terpukul dan keluar dari rumah sakit. Tidak lama kemudian, seseorang memperkenalkan Falun Gong kepadanya. Ia segera dapat berjalan dan merawat dirinya sendiri. Ia mendapatkan kembali harapan dalam hidup.

Dahulu, Huang sering mengunjungi rumah sakit karena bronkitis, penyakit jantung, penyakit paru-paru, gejala sisa gegar otak, dan vertigo. Setelah ia mempelajari Falun Gong pada tahun 1997, semua gejalanya lenyap. Ia juga menjadi menantu yang lebih baik dan merawat mertuanya dengan penuh perhatian.

Laporan Terkait:

Sepuluh Warga Liaoning Menghadiri Sidang Dua Hari Berturut-turut karena Keyakinan Mereka pada Falun Gong

Sepuluh Praktisi Falun Gong Dituduh “Membentuk Organisasi Kriminal untuk Memasang Antena Satelit”

Sepuluh Penduduk Liaoning Diadili Karena Keyakinan Mereka Terhadap Falun Gong

Sidang Sepuluh Warga Liaoning yang Didakwa karena Keyakinan Mereka Belum Dijadwalkan, Satu Orang Mengalami Hipertensi Berbahaya

Ditangkap di Hari yang Sama, Sepuluh Warga Liaoning Diadili atas Keyakinan Mereka pada Falun Gong

Pria Liaoning Tertangkap dalam Sapuan Polisi–Ayahnya Meninggal Dua Hari Setelah Mengetahui Penangkapannya

Kabupaten Qingyuan, Provinsi Liaoning: Kabar Terkini Praktisi Falun Gong yang Ditangkap Selama Penyisiran Polisi Pertengahan Juli 2024

Kabupaten Qingyuan, Provinsi Liaoning: Tiga Orang Dikonfirmasi Telah Ditangkap pada Hari yang Sama dengan Tujuh Orang Lainnya karena Berlatih Falun Gong

Kabupaten Qingyuan, Provinsi Liaoning: Tujuh Orang Ditangkap dalam Satu Hari karena Keyakinan Mereka pada Falun Gong

Falun Gong Practitioner Mr. Wang Nanfang Abused with Many Torture Methods—Part 2

Falun Gong Practitioner Mr. Wang Nanfang Abused with Many Torture Methods—Part 1